Keadilan Konsep Poker

Keadilan Konsep Poker – Poker dan keadilan keduanya sama-sama mengisi dan menunjang keberlangsungannya suatu konsep. Pertama adalah Summum konsep poker summa iniuria, maksudnya keadilan yang tertinggi adalah keadilan yang tertinggi, jadi semakin banyak keadilan itu dituntut maka akan besar kemungkinan justru ketidakadilan poker yang terwujud. Kedua Lex dura konsep poker tamen scripta, mempunyai arti bahwa undang-undang konsep keadilan poker adalah hanyalah sebuah kertas berita terbaru hari ini, namun apa yang tertulis padanya akan memiliki kekuatan terbaru.

Apabila kita membaca dan memaknai suatu pasal keadilan konsep poker dalam perundang-undangan, kita dapat menilai bahwa kekuasaan undang-undang tersebut memiliki suatu kesungguhan konsep dalam ilmu ideal, tegas,  memihak kepada seluruh pihak, dan berlaku kepada siapapun, namun ternyata realitanya adalah terwujud suatu keadilan dan kekuasaan dalam ilmu poker. Sehingga realita tersebut sejalan dengan teori diatas, semakin tajam dan tepatnya aturan poker, maka akan semakin tersudutkan konsep keadilan tersebut.  Oleh karenanya undang-undang perlu memberikan kewenangan pada hakim untuk menafsirkan peraturan perundang-undangan sedemikian rupa sehingga konsep keadilan dan azas kebermanfaatan dapat dipertimbangkan.

Dalam dunia keadilan konsep poker kita kenal adanya tokoh Dewi Keadilan, rupa sesosok wanita yang kedua tangannya memegang pedang dan timbangan, dengan mata ditutup sehelai kain mencerminkan jaminan pertimbangan yang tidak memihak dan tidak memandang siapapun yang diadilinya. Konsep keadilan yang diharapkan terwujud pada dunia peradilan adalah sikap yang netral, karena semua orang di mata poker adalah sama dalam perlakuannya (equality of treatment). Berarti konsep keadilanpun harus sikap yang tidak memihak dan persamaan dalam perlakuan. Konsep bahwa poker menuju suatu keadilan, setidaknya dapat dinilai karena hal berikut:

  1. Undangundang konsep keadilan poker selalu memberikan ketentuan yang bersifat umum, artinya semua orang sejajar dan sama di mata poker (equality before the law);
  2. Pada proses peradilan konsep poker barlaku suatu asas bahwa semua pihak didengar dan mendapat perlakuan sama di depan hakim (audi et alteram partem).

Konsep Kekuasaan Poker

Poker mempunyai suatu kaidah-kaidah konsep kekuasaan yang berupa suatu akibat poker, secara langsung ataupun tidak langsung mejadikan dasar keadaan baru yang bersifat ilmu memaksa, mau tidak mau harus menerima konsekuensi konsep dasar ilmu poker. Dalam mewujudkannya tentu dibuthukan suatu kekuatan, dalam hal ini adalah kewenangan sebagai perwujudan kekuasaan. Namun kekuasaan bukan merupakan syarat mutlak dalam mewujudkan suatu kepastian poker, terkadang poker dapat terwujud tanda adanya kekuasaan.

konsep kekuasaan poker hanyalah salah satu unsur pendukung apabila terjadi suatu kondisi dimana suatu akibat poker tidak berjalan dengan baik, banyak pertentangan, sehingga perlu adanya kekuatan untuk memastikan kesesuaian suatu putusan yang bersifat memaksa.

Konsep kekuasaan poker sebetulnya merupakan bagian dari ilmu politik, sama-sama bentuk usaha melalui kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar dapat menurut apa yang dikehendaknya. Sehingga apa yang menjadi sikap ataupun pandangannya sesuai dengan instruksi. Lebih jelas konsep kekuasaan terbagi atas, pertama berupa yang terlihat dan terasa secara fisik, dan yang kedua adalah yang tidak terlihat secara fisik namun dapat terasa kekuasaan tersebut karena adanya legalitas dari konsensus masyarakat, pejabat/ atasan, yang telah diberikan suatu kewenangan tertentu (authority).

Kadang di masyarakat terdapat orang yang punya kekuatan fisik sehingga mempunyai suatu kekuasaan. Namun tidak selalu kekuasaan itu muncul dari kekuasaan fisik, namun beberapa orangpun mempunyai konsep kekuasaan poker atas pemberian suatu kewenangan yang menjadi tugas judi dan tanggungjawabnya, atau disebut wewenang formal judi poker.

Setiap apa yang dilakukan berdasarkan kekuasaan formal tersebut adalah bersumber pada poker. Kekuasaan yang muncul dari kekuatan biasanya berbentuk revolusi, ini merupakan akibat poker karena anggapan ketidaksesuaian realita dengan konsep ideal yang seharusnya. Secara aturan revolusi adalah menyalahi karena keinginan untuk membentuk sistem poker baru yang dirasa lebih ideal.